Bupati Lombok Utara Resmikan Pembukaan Desa Wisata Genggelang

Gangga, Humaspro Setda KLU - Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH meresmikan pembukaan Desa Wisata Genggelang dan Festival Sangah Kopi di lokasi Air Terjun Tiu Pituq Dusun Panjor Desa Genggelang (26/12). Acara tersrbut, dihadiri pula anggota DPRD KLU Hakamah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah KLU Lalu Suratman, unsur UNDP, Perwakilan Paluma Umi Azizah, Ketua Pokdarwis Desa Genggelang Fahrurizal serta tamu undangan lainnya.

 Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH membuka Desa Wisata Genggelang untuk membangun semangat recovery setelah bencana menimpa.

 "Saya menyaksikan semangat yang luar biasa dari Pokdarwis kita, juga aparatur desa, dusun dan harapan saya kedepan semua lokasi wisata yang ada di Desa Genggelang ini bisa dikunjungi kembali oleh wisatawan kita," imbuhnya.

 Lebih lanjut Bupati Najmul mengatakan mendengar laporan dari pemerintah desa bahwa sampai 60.000 orang berkunjung dan wisatawan asing mencapai ribuan orang yang sudah datang. Artinya potensi wisata di tempat ini (Genggelang) diminati. Ada wisata Tiu Pitu, ada wisata Kampung Cokelat, Rumah Pohon, Kerta Gangga dan sebagainya.

 "Saya optimis pada masa mendatang, Genggelang menjadi desa wisata terkemuka, tidak hanya di Lombok Utara tapi juga di level nasional. Kita tahu bahwa ada dua desa wisata nasional yaitu Kerujuk dan Gumantar yang menjadi nominator nasional tahun ini," tuturnya.

 Dikatakan Bupati Najmul, yakin bahwa Genggelang bisa menjadi salah satu desa wisata andalan nasional. Apalagi unsur UNDP dan Paluma beserta masyarakat begitu antusias. Pesan bupati kepada Pokdarwis untuk memajukan potensi wisata sehingga menjadi salah satu wisata andalan di Lombok Utara.

 Dalam pada itu, Kepala Desa Genggelang Almaududi mengatakan, launching desa wisata hari ini merupakan niatan dari beberapa tahun silam. Cukup lama direncanakan dengan Paluma dan UNDP. Bagaimana menggerakkan ekonomi yang ada di desa. Dikatakannya, Desa Genggelang memiliki potensi wisata, potensi yang diinisiasi supaya bisa berkolaborasi dan memulai kegiatan-kegiatan menjalankan fungsi destinasi wisata yang ada di Desa Genggelang.

 "Selain potensi perkebunan, kita juga mempunyai potensi pertanian yang harus digerakkan kembali. Karena potensi ini subur untuk dikembangkan serta geliat-geliat pariwisata sehingga upaya pariwisata di tingkat desa kita gerakkan bersama -sama," urainya.

 Kades Almaududi berterimakasih kepada berbagai pihak UNDP, Paluma dan Pemda KLU yang perhatian serius dalam membantu perkembangan pariwisata di Desa Genggelang. Manfaat pariwisata dirasakan pengembangannya.

 "Mudah-mudahan kebangkitan pariwisata membangkitkan semangat Pokdarwis yang ada, dari tujuh Pokdarwis baru empat yang mulai berbenah, saya berharap tiga Pokdarwis lainnya mulai mengikuti," tutupnya.

 Sementara itu, Koordinator Program PETRA UNDP Zaenudin dalam sambutannya menyampaikan kegiatan pihaknya di KLU ada beberapa pembangunan infrastruktur. Ada pembangunan SMK Negeri Genggelang, dimulai pertengahan November, SMK 1 Tanjung, SMK Kayangan, dan SMK Pemenang serta 8 Pustu yang dibangun. Satu diantaranya, ada di Desa Genggelang yaitu Pustu Gangga.

 Dijelaskannya pula, selain infrastruktur UNDP bekerja sama dengan Paluma memberikan dukungan untuk pembangunan infrastruktur masyarakat seperti Pasar Genggelang sudah rampung 100 persen. Dalam waktu dekat, rencananya serah terima,  kemudian jaringan air bersih di Desa Sambik Elen dalam waktu dekat rencananya juga diserahterimakan, agar bisa cepat bermanfaat.

 "Selain kegiatan fisik UNDP melalui mitra di Paluma Nusantara juga memberikan dukungan untuk pemulihan kehidupan pasca-recovery seperti kegiatan ecogreen. Kegiatan lain pendampingan Pokdarwis memperkuat kelembagaan Pokdarwis di Desa Genggelang," jelasnya.

 Sejauh ini, lanjutnya, kendati kegiatan UNDP sifatnya stimulus hanya setahun, tetapi telah mulai terlihat hasilnya. Dengan ownership kemitraan antara Pemdes dan Pemda, kegiatan di dua desa yakni Sambik Elen dan Genggelang, dari sisi target yang dipilih bisa menyasar fasilitas yang dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.

 Rangkaian acara berjalan khidmat, dengan pemotongan tumpeng oleh bupati tanda dibukanya Desa Wisata Genggelang, dilanjutkan dengan kunjungan ke stand UMKM dan spot-spot selfi yang disediakan dengan lomba-lomba yang diadakan panitia penyelenggara. (sas)

foto: sid/humaspro

Jelang Nataru di Lombok Utara Harga Sembako Stabil

Global Hukum Indonesia, Lombok Utara – Terkait dengan kebutuhan Pokok Menjelang Natal dan tahun baru, masyarakat di Kabupaten Lombok Utara berharap tidak terjadi kenaikan harga, (23/12/2020).

Sebagaimana hal tersebut dikatakan oleh salah satu pembeli di pasar Tanjung, Mulianah (38thn) menyampaikan kehawatiran lantaran dari tahun sebelumnya dikatakan seringkali terjadi kenaikan harga jika jelang tahun baru, ujarnya “Saya berharap tahun ini semoga tak ada kenaikan harga, mengingat sulitnya mencari uang untuk belanja karna sekarang ada wabah covid 19, Pekerjaan susah” ungkapnya.

sementara itu, Hj. Muhayah (53thn) salah satu pedagang bahan pokok di pasar Tanjung saat di wawancarai media global hukum indonesia menuturkan, bahan pokok harganya masih stabil, beras mulai dari Rp. 9.000 sampai dengan Rp. 11.000. tergantung kualitas, kemudian minyak goreng dengan harga Rp.20 000. “yang mengalami kenaikan hanya telur Ayam, harga sebelumnya Rp. 40.000 menjadi Rp.50.000”. mengalami kenaikan sekitar Rp.10.000 ,ungkapnya

selain dari itu yang mengalami kenaikan pada ikan kering. rata-rata naik Rp.5.000 per kilogram dari biasanya. “kenaikan harga pada ikan kering, biasanya menjual dengan harga Rp. 35.000 sekarang menjadi Rp 40 000 terjadi kenaikan harga Rp 5000” tutur Erni salah satu pedagang ikan kering di pasar tanjung.

Kalau harga daging ayam dan sapi tergolong stabil, daging ayam Rp. 42.000 perkilogram, sementara daging sapi Rp.120.000 perkilogram. (ms)

Rapat Koordinasi TIM Inflasi Daerah Kabupaten Lombok Utara

Plt. BUPATI LOMBOK UTARA

Pada Rakor Virtual Tim Pengendalian Inflasi Nasional yang dilaksanakan tanggal 22 Oktober yang lalu, Bapak Presiden RI meminta kepada para menteri dan para Kepala Daerah hal hal sebagai berikut :

  1. Kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya–upaya pengendalian harga, namun juga diarahkan pada upaya untuk memastikan terjadinya daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor
  2. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat kebijakan pemerintah pusat dengan mempercepat realisasi APBD terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi termasuk sektot
  3. Penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dilakukan dengan mengarahkan belanja pada produk-produk dalam negeri, baik produk pertanian maupun UMKM
  4. Ketersediaan data informasi pangan yang akurat diperlukan untuk mendukung perumusan kebijakan tingkat pusat dan daerah, mengatasi permasalan keterbatasan pasokan pangan,mendorong perdagangan, serta ,memperkuat kerjasama antar
  5. Pemerintah daerah diharapkan dapat membangun optimism pemulihan ekonomi dengan terus memberikan informasi terus kepada masyarakat mengenai langkah-langkah kebijakan dan

penanganan pandemic COVID-19 di pusat dan daerah

  1. Meningkatkan peran UMKM dalam memperkuat rantai pasokan local (local supply chain) dengan mengoptimalkan pesatnya digitalisasi.
  2. Mendorong pengembangan korporatisasi, peningkatan kapasitas dan penyediaan pembiayaan, serta mengembangkan ekosistem digital UMKM secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga dapat mempercepat transformasi
  3. Mendorong perluasan pemanfaatan teknologi sebagai pendorong produktivitas dan efisiensi serta memperluas akses pasar bagi petani melalui platform e-commerce.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, telah diterbitkan instruksi Bupati kepada seluruh OPD dan para Kades agar mempercepat penyerapan anggaran Pemerintah, baik sumber APBD maupun APBN, dan membelanjakan anggaran dengan memberdayakan UMKM, hotel dan restoran di wilayah Lombok Utara.

Di masa pandemi ini , Pemerintah juga mengupayakan pemulihan ekonomi melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi protokol kesehatan di kawasan destinasi pariwisata dan memberikan bantuan sosial berupa paket sembako untuk masyarakat terdampak pandemi Covid 19.

 Sedangkan menurut dari BPS KLU

 

  • Angka kemiskinan Di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2020 menurun dibandingkan dengan tahun 2019, yaitu dari 29,3 menjadi 26,99, sehingga penurunnya sebesar 04.
  • Penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten Lombok Utara masih dalam kategori rendah, yaitu pada posisi Bulan Oktober 2020 penyerapan anggaran masih 51%.

 

BANK INDONESIA ( BI )

 Materi yang disampaikan oleh pihak BI yaitu tentang perkembangan ekonomi terkini di Provinsi Nusa Tenggara Barat

  • Ekonomi NTB pada triwulan III tahun 2020 pekembangan ekonomi terkontraksi sebesar 3,49%. Pada sisi permintaan, penurunan terjadi disemua sektor akibat
  • Berdasarkan tracking sampai dengan Oktober 2020 sektor perdagangan menjadi salah satu sektor yang terdampak Covid-19. Pasca penerapan new normal di akhir triwulan II 2020, aktivitas ekonomi pada triwulan III 2020 mulai menunjukkan perbaikan

meski pada bulan Oktober sedikit melandai tercemin dari hasil survei BI dan mobility index.

  • Sektor pariwisata, kinerja pada triwulan III 2020 menunjukan adanya peningkatan meski masih di bawah normal dibandingkan triwulan sebelumnya.
  • Sektor pertanian diperkirakan akan tumbuh dengan kondisi cuaca yang di prakirakan normal untuk tahun ini dibandingkan tahun lalu dipengaruhi El Sedangkan sektor pertambangan diperkirakan tumbuh sesuai dengan siklus pertambangan yang kini sedang menggarap vase baru yang memiliki bantuan ore kualitas tinggi.
  • Pada Oktober 2020 porovinsi NTB mengalami inflasi sebesar 0,18%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,04%.

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial