Plt Asisten III Buka Kegiatan Literasi Media KPID NTB di KLU

Tanjung, Humaspro Setda KLU - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB menggelar acara kegiatan literasi media dengan tema "Bijak Bermedia di Era Kenormalan Baru" yang dibuka oleh Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni MSi, didampingi Ketua KPID NTB Yusron Saudi ST MPd, menghadirkan narasumber Wakil Ketua KPID NTB Andayani SE MM, Komisioner KPID NTB Sadhan SPd, Kamis (22/10). Acara tersebut diikuti oleh pengelola radio, kaum milenial, mahasiswa dan undangan lainnya.
 
Plt Asisten III Setda KLU Evi Winarni MSi, mengatakan melaui media digital dapat memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Agar di era pandemi tidak menjadi lemah, tetapi harus tetap berkarya dengan inovasi. "Semoga acara ini sesuai dengan tujuannya, bagaimana menyaring informasi di media, memberikan informasi yang baik dan bermanfaat," harapnya. Dikatakannya, keberadaan media membantu situasi saat ini seperti di KLU. Menyampaikan informasi tentang penanganan Covid-19, harus disampaikan rilisnya kepada masyarakat. Jika tidak ada media maka masyarakat tidak tahu. Lanjutnya, bagaimana menginformasikan kepada masyarakat secara reguler. "Adanya intensitas media meliput dan menginformasikan, masyarakat bisa membedakan mana hoaks, mana informasi benar yang harus disampaikan ke publik atau kemudian informasi yang harus segera dilanjutkan ke masyarakat, mengenai regulasi dan lain-lain yang bermanfaat," imbuhnya.
 
Diharapkan melalui ajang ini, bisa lebih kreatif, dan inovatif untuk ke depan ada pembentukan lembaga-lembaga penyiaran nantinya, sesuai aturan yang berlaku," tuturnya. Plt Asisten yang juga Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan itu menyatakan pula media dapat mempromosikan pariwisata, ritual adat, bahasa daerah termasuk hasil-hasil pertanian produktif yang bisa dijual ke daerah lain. Dalam pada itu, Ketua KPID Provinsi NTB Yusron Saudi ST MPd, mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian Program Literasi Media dan Penyiaran Publik. Kegiatan yang dilakukan hampir pada seluruh kabupaten/kota di NTB.
 
Disampaikannya, bencana alam maupun non alam biasanya dibarengi dengan bencana informasi sehingga KPID merasa penting mengambil bagian, bagaimana mengurangi bencana informasi ini. "KPID mengawasi seluruh radio dan televisi di NTB yang jumlahnya mencapai 67. Ada televisi nasional, Lembaga Penyiaran Publik, (LPP). KLU termasuk yang kita dorong untuk memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal, sudah beberapa kali Bagian Humas dan Protokol, konsultasi termasuk mendorong adanya regulasi perda," tuturnya.
 
Dikatakannya pula, lembaga penyiaran swasta yang ada di KLU adalah Silver FM, sedangkan televisinya belum ada. Kaum muda perlu produktif dan inovatif dalam membantu masyarakat dengan keberadaan lembaga penyiaran publik. Menuju penyiaran digital, yang membuka peluang dan usaha baru bagi milenial muda untuk lebih inovatif. Usai foto bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber, guna peningkatan kapasitas pemahaman, terkait literasi media di era pandemi. Penyiaran publik yang sehat dan bijak dalam bermedia.
 
(sas) foto: sas/humaspro

Pj Sekda KLU Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2020

Gangga, Humaspro Setda KLU - Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Raden Nurjati menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Syamsul Huda Lekok Gondang Kecamatan Gangga. Hadir pula Ketua Komisi 3 DPRD KLU Artadi, S.Sos, Ketua Baznas H. Sueb Yusup MMPd serta pengurus PCNU KLU. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Nahdatul Ulama itu berlangsung meriah dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, Kamis (22/10).
 
Mengangkat tema "Santri Bersholawat, Lombok Utara kuat, Indonesia Hebat, diawali dengan upacara bendera dilanjutkan dengan tabligh akbar serta diakhiri sejumlah lomba. Pj Sekda H. Raden Nurjati mengawali sambutan menyampaikan selamat Hari Santri Nasional bagi seluruh santri di gumi Tioq Tata Tunaq. Menurutnya, sebagaimana tujuan pendidikan nasional yang berupaya meningkatkan, melaksanakan serta menggali ilmu pengetahuan dan teknologi, baik pada lingkungan pendidikan umum maupun pendidikan di pondok pesantren atau madrasah. "Tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi maka kita tergerus oleh perkembangan zaman. Bagaimana masyarakat kita bersaing dalam kegiatan untuk mendapatkan suatu prestasi," katanya.
 
Dirinya meminta anak-anak KLU mengejar ilmu pengetahuan semaksimal mungkin. Pasalnya rata-rata pendidikan saat sekarang sudah maju tetapi perlu ditingkatkan terus. Caranya menguasai teknologi, sebab tanpa penguasaan teknologi khususnya IT, maka akan tergerus oleh perkembangan zaman. "Jadi, santri-santri nantinya betul-betul mantap secara ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi. Kemudian meningkatkan iman dan takwa. Dengan iman dan taqwa kita bisa mengendalikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah kita peroleh, sebab tanpa iman dan taqwa bisa terjerumus ke hal-hal yang negatif," terangnya.
 
Lebih lanjut dikatakannya, sekarang terlebih lagi saat musim pandemi kegiatan transaksi dan kegiatan lainnya dilakukan secara online. Selain itu, ia menekankan setiap orang harus punya keterampilan. "Keterampilan ini banyak macamnya, misalnya sekarang ada keterampilan di bidang pertanian. Saat pandemi ini mengalami pertumbuhan positif tidak seperti sektor lain," jelasnya. Ditambahkannya pula, sehubungan dengan pandemi covid saat ini pemerintah daerah sedang dalam tahapan penegakan protokol Covid bekerja sama dengan TNI/Polri melakukan razia masker. Bagi yang melanggar, sambungnya, dikenakan sanksi, baik sanksi sosial bahkan sanksi denda. Protokol kesehatan Covid-19 harus ditegakkan serta diterapkan agar penyebaran virus corona bisa dikurangi.
 
Dalam pada itu, Ketua Tanfidziyah PCNU KLU diwakili oleh Ustadz Miptahudin MPdI menyampaikan, bahwa hari santri merupakan kado terindah bagi Nahdatul Ulama dan santriwan/santriwati di Indonesia, khususnya di KLU. Presiden Jokowi pada 2015 menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional seraya mengajak para santri bersyukur, lantaran pemerintah telah menetapkan hari santri sebagai hari bersejarah. "Sekarang bagaimana santri di KLU bisa tumbuh. Di mana-mana banyak pondok pesantren berdiri saat ini. Ini menunjukkan santri penting dalam kehidupan kita, baik dalam berbangsa dan bernegara," tuturnya. Dikatakannya, PCNU KLU mengapresiasi semua pihak yang ikut menyukseskan perayaan hari santri nasional tersebut sembari meminta para santri berperan dalam membangun daerah dengan kiprah sebagai penuntut ilmu agama sekaligus ilmu umum. "Tugas santri sekarang tidak seberat tugas santri masa-masa dulu. Kita tahu zaman dulu para santri ikut berperang melawan penjajah. Pengorbanan mereka luar biasa untuk ikut serta dalam membela NKRI. Tantangan kita sebagai santri saat ini adalah tantangan teknologi dan tantangan kebodohan menyongsong masa depan. Jadi, tugas santri saat sekarang ini adalah belajar dan belajar," pungkasnya.
 
(sid) foto: sid/humaspro

Plt Bupati Lombok Utara Sambut Kaban PPSDMP Kementan RI Launching Model BPP

Humaspro Setda KLU - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) Prof Dedi Nursyamsi M Agr bersama Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH me-launcing Model Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kamis (22/10). Dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat Ir Khusnul Fauzi MSi, Kepala BPTP Mataram Dr Awaludin Hipi, Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Plt Kadis PPKP Ir Hermanto serta tamu undangan lainnya.
 
Kepala Badan PPSDMP Kementan Prof Dedi Nursyamsi M Agr menyampaikan pada masa pandemi Covid-19 ini ternyata kinerja pertanian meningkat tajam. PDP pertanian dalam arti luas meningkat 16,24 persen. Kalau pertanian secaraspesifik peningkatannya 22,25 persen. Sementara sektor yang lain minus sampai 20 persen. "Implikasinya pada seluruh kegiatan pertanian itu turun, pupuk turun, benih turun, tetapi petani kita tetap semangat sehingga produksi meningkat. Kami berpikir supaya ada peningkatan SDM petani. Oleh karena itu di Kementan, ada program yang disebut Komando Strategis Pertanian pada tingkat Kecamatan (Koslatani)," urainya. Lebih lanjut disampaikannya, Koslatani sebenarnya adalah pemberdayaan BPP. Sejak zaman Presiden Soeharto dulu selalu dibangun, tetapi belakangan mati suri, dan kini dikembangkan lagi. "Sejak tahun 1970 sampai 1984 swasembada pangan kita melejit sampai Indonesia mendapat penghargaan. Seiring Zaman Reformasi, BPP terlupakan. Kami ingin bekerjasama dengan Pemda KLU untuk sama-sama membangun SDM pertanian, khusus petani dan penyuluh melalui program Koslatani," tuturnya.
 
Dijelaskannya, Program Koslatani tingkat kecamatan dikomandoi oleh camat, seluruh penyuluh disupport oleh Babhinkamtimas, Babinsa, toga, toma, dan tokoh perempuan. Tujuannya untuk memberdayakan penyuluh dan petani. Sementara itu, kepada awak media Kepala Badan PPSDMP Kementan RI mengatakan aktualisasi pembangunan sumber daya pertanian di KLU segera diimplementasikan melalui Program Koslatani pada tingkat kecamatan. Baik itu bangunan fisik, sarana dan prasarana termasuk teknologi. Mulai dari pengolahan pertanian, permodalan sampai penjualan. Dalam pada itu, Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH menyatakan sejak awal berdirinya KLU, dibutuhkan banyak teman-teman pertanian di lapangan. "Berbicara anggaran tentu semua harus memahami, karena anggaran berkurang cukup besar, tetapi coba supaya Koslatani ini segera dibentuk. Kemudian terkait dengan SDM dan sarana prasarana juga akan kita coba realisasi menjadi PR kedepannya," tandasnya.
 
Disela-sela kegiatan Plt Bupati Lombok Utara, ketika menjawab pertanyaan awak media mengenai program Kementan mengatakan, prinsipnya Pemda KLU menyambut baik dan melaksanakan apa yang menjadi harapan pemerintah pusat. Menurutnya, KLU sebagai sasaran program, tentu ada nilai plusnya. "Melihat potensi Lombok Utara, tentunya memungkinkan untuk kita kerja sama. Supporting para petani kita," pungkasnya. Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan plakat dari Pemda KLU.
 
(sas) foto: sid/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial